Tentang Pondok Pesantren Modern Daar El-Qolam Tangerang Banten


Pondok Pesantren Daar el Qolam  merupakan sebuah pondok pesantren modern yang terletak di Kampung Pasir Gintung, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Pondok Pesantren ini didirikan pada tanggal 20 Januari tahun 1968 M oleh Drs. K.H. Ahmad Rifa'i Arief atas prakarsa ayahandanya H. Qasad Mansyur yang merupakan seorang tokoh masyarakat desa Pasir Gintung.

Pondok Pesantren Daar el-Qolam adalah salah satu jenis pondok pesantren yang mengembangkan sistem pendidikan pondok modern (khalafiy). Para santri selain dididik dan diajarkan ilmu pengetahuan agama, juga dibekali ilmu-ilmu pengetahuan umum yang menggunakan sistem dan kurikulum sekolah. Yang lebih penting dari itu adalah penanaman disiplin hidup dan disiplin dalam beribadah. Dengan demikian para santri diharapkan mempunyai wawasan dan pengetahuan yang seimbang antara ukhrawi dan duniawinya.

Pondok Pesantren Daar el-Qolam memiliki sifat "Berdiri di atas dan untuk semua Golongan". Ini maksudnya bahwa Pondok Pesantren ini tidak terikat dengan satu aliran tertentu, atau salah satu golongan organisasi masyarakat sosial (ormas) tertentu, atau salah satu golongan politik tertentu. Pondok Pesantren Daar el-Qolam juga mengajarkan nilai-nilai keislaman yang santun, moderat, toleran, dan inklusif.

Menurut sejarahnya, proses pendidikan dan pengajaran di Daar el-Qolam diawali dengan 22 murid yang datang dari kalangan keluarga, karib kerabat serta masyarakat sekitar pesantren. Namun setelah 48 tahun berjalan, Daar el-Qolam telah menjadi sebuah lembaga pendidikan modern besar yang telah melibatkan lebih dari 370 orang guru dan lebih kurang 5000 santri yang berasal dari perbagai penjuru Indonesia.

Pondok pesantren Daar el-Qolam mengusung lima dan empat falsafah yang disebut dengan "Panca Jiwa dan Motto Pondok".  Berikut Uraiannya :

Panca jiwa adalah lima prinsip dasar yang mesti tertanam dalam jiwa siapapun yang menjadi penghuni pondok, entah itu kiyai, guru ataupun santri. Panca Jiwa Pondok adalah sebagai berikut :   
  • Keikhlasan
    Jiwa ikhlas ialah perkara yang utama dan pertama yang mesti ada dalam diri manusia. Ikhlas mempunyai makna yang sangat dalam, yaitu membuang unsur-unsur yang mengarah kepada kepentingan pribadi yang dapat mengotori tujuan hidup, serta juga tujuan pendidikan dan pengajaran. Sebagai contoh dalam proses pendidikan dan pengajaran, guru mesti ikhlas dalam memberikan ilmu sebagai wujud syukur dan diniatkan ibadah kepada Allah sebagai pemilik ilmu. Manakala santri, mesti ikhlas dididik dan diajarkan dengan tujuan untuk memahami hakikat dirinya sebagai awal langkah untuk beribadah kepada Allah.
  • Kesederhanaan
    Maksudnya adalah melakukan sesuatu berdasarkan keperluan bukan keinginan. Dengan demikian kesederhanan adalah sebuah sikap yang tidak diukur oleh kuantitas, besar atau kecil, banyak atau sedikit, murah atau mahal, tetapi karena ia diperlukan. Kesederhanaan juga berasaskan kepada kemampuan bukan kemauan.
  • Berdikari
    Sifat ini menunjukan kebebasan seseorang dalam menentukan sikap. Berdikari juga bermakna berusaha dengan kemampuan dirinya sendiri tanpa menggantungkan diri kepada orang lain. Sifat ini juga sangat penting untuk melahirkan jiwa-jiwa militan yang siap berjuang dan berbakti kepada masyarakat. Pondoknya pun demikian tidak menggantungkan kepada bantuan orang lain.
  • Ukhuwah Islamiyah Maksud dari prinsip keempat ini adalah menjalin hubungan sesama manusia yang berasaskan kepada prinsip dari ajaran Islam yang damai dan toleran. Ukhuwah dalam Islam adalah nilai persaudaran dengan semangat tolong menolong yang tidak melihat batas-batas tertentu, seperti golongan, etnik bahkan agama atau keyakinan orang lain. Islam menyuruh umatnya untuk menghormati siapapun, bekerjasama dan bergaul tanpa memandang status sosial bahkan keyakinannya. Hal ini tentunya sangat selaras dengan ajaran Islam sebagai agama yang menyebarkan kedamaian universal atau rahmatan lil âlamîn.
  • Kebebasan Sikap bebas berarti melepaskan diri dari pengaruh orang lain baik pikiran ataupun tindakan. Kebebasan bukan dimaksudkan berbuat sesuka hati, tetapi kebebasan dalam menentukan sikap dan pendapat yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai dasar ajaran Islam. Kebebasan juga bersikap moderat tanpa memihak, yang dibelanya adalah kebenaran sesuai dengan ajaran agama.

Pondok Pesantren Daar el-Qolam juga Memiliki Falsafah Motto Pondok yaitu sebagai berikut :
  • Berbudi luhur
    Ini adalah sifat yang harus ada dalam diri manusia terutama generasi muda. Sifat ini sangat penting dan haruslah berada pada tingkat pertama sebelum sifat-sifat lain yang akan dimiliki.
  • Berbadan Sehat Sebagai calon pemimpin masyarakat, kualitas fisik yang sehat dan kuat juga sangat penting. Akhlak yang mulia, ditambah dengan fisik yang prima akan melahirkan insan tangguh dalam menghadapi setiap tantangan dan cobaan.
  • Berpengetahuan Luas Syarat ini tentunya tidak diragukan lagi. Ia juga syarat utama yang mesti dimiliki oleh calon pemimpin masa depan. Kesempurnaan seorang pemimpin dapat diketahui melalui budi pekerti, badan yang sehat serta pengetahuannya yang luas.
  • Berpikir Bebas Kepribadian yang dibalut dengan akhlak, fisik yang sehat, ilmu yang luas harus mampu menempatkan dirinya pada tempat yang bebas, tidak terikat kepada siapapun. Yang dibelanya hanyalah kebenaran untuk kemaslahatan umat.
Website Pondok Pesantren Modern Daar El-Qolam : daarelqolam.ac.id
Demikianlah Informasi tentang Pondok Pesantren Modern Daar El-Qolam.


EmoticonEmoticon