Sejarah Masjid Agung Banten



Masjid Agung Banten ini terletak dijalan Moh. Yusuf, Desa Kasemen, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Provinsi Banten. Bangunan Masjid ini berbatasan dengan perkampungan di sebelah utara, barat, dan selatan.


Masjid Agung Banten yang berdiri sejak 1569 Masehi merupakan salah satu peninggalan bersejarah Kesultanan Banten kala itu, yakni Sultan Maulana Hasanudin yang merupakan putra pertama dari Sunan Gunung Jati.

Arsitektur bangunan Masjid Agung Banten terdiri dari perpaduan beberapa sentuhan budaya antara lain yaitu Tiongkok, Jawa, Hindu serta Eropa. Yang menjadi ciri khas Masjid Agung Banten sendiri yaitu adanya sebuah menara setinggi 24 meter. Menara ini juga dapat diakses hingga puncak dengan melewati 83 anak tangga.

Namun saat ini Masjid Agung Banten untuk bagian luarnya telah mengalami banyak perubahan, bagian luar atau taman masjid ini sudah seperti Madinah. Pengujung atau wisatawan yang datang kemari akan mendapatkan sensasi seperti layaknya berada di Madinah.


Di halaman masjid terdapat kompleks pemakaman Sultan-Sultan Banten beserta keluarganya, antara lain: makam Sultan Maulana Hasanuddin dan istrinya, makam Sultan Ageng Tirtayasa dan makam Sultan Abu Nasir Abdul Qohhar atau Sultan Haji. Pada sisi lain halaman masjid juga terdapat makam Sultan Maulana Muhammad dan Sultan Zainul Abidin serta makam-makam kerabat kraton lainnya.


EmoticonEmoticon